Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat muslim yang semoga dirahmati oleh Allah. Sesungguhnya Allah telah memberikan kepada kita pedoman hidup yang akan menjadikan setiap siapa saja yang berpedoman kepadanya akan mendapatkan jaminan kebahagiaan dan keselamatan baik di dunia hingga akhirat, yaitu Al-Qur'anul Karim yang merupakan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya di muka bumi.
Al-Qur’an memiliki kedudukan yang begitu agung dan mulia sehingga ketika Al-Qur’an turun di suatu waktu, hari, malam dan bulan, maka jadilah waktu, hari, malam dan bulan itu menjadi malam yang penuh keberkahan dan kemuliaan sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 1–3)
Dan juga Allah Ta’ala berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)...”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Ketika Al-Qur’an diturunkan di kota Makkah dan Baitul Maqdis—sebuah daerah yang gersang, tandus, serta mengalami kemerosotan ideologi, sosial, etika dan hukum—maka ketika Al-Qur’an turun di tempat tersebut, jadilah tempat itu menjadi berkah, mulia dan terarah dengan bimbingan syari’ah.
Demikian pula seorang hamba ketika ia mempelajari, mengajarkan dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an, maka ia menjadi manusia terbaik di sisi Allah Ta’ala. Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Al-Qur’an
Sahabat Muslim sekalian, terdapat dalil baik dari Al-Qur’an maupun hadits Nabi ﷺ yang mulia, yang menyebutkan tentang keutamaan Al-Qur’anul Karim di antaranya adalah:
1. Al-Qur’an Menjadi Rahmat dan Syifa (Obat Penawar) Bagi Pembacanya
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Isra’: 82)
2. Dilipatgandakannya Pahala
Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ ...
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat...”
(HR. At-Tirmidzi)
3. Menjadi Syafa’at di Hari Kiamat
Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
اِقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا
“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafa’at bagi para pembacanya.”
(HR. Muslim)
4. Akan Berkumpul Bersama Para Malaikat yang Mulia
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ
“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan berbakti.”
(Muttafaqun ‘alaih)
5. Diangkatnya Derajat bagi Pembaca Al-Qur’an Terlebih yang Menghafalkannya
Dari Umar bin Al-Khatthab radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah mengangkat (meninggikan) dengan kitab ini (Al-Qur’an) beberapa kaum dan merendahkan dengan sebabnya kaum yang lain.”
(HR. Muslim, no. 817)
Maksudnya adalah ketika seseorang mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an, maka ia akan diangkat derajatnya oleh Allah. Demikian sebaliknya, Allah akan menghinakan orang yang meninggalkan dan melalaikannya.
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا
فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
“Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al-Qur’an: ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya, karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).’”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dalam Sunannya no. 1464, Imam Tirmidzi dalam Sunan At-Tirmidzi no. 2914, dan Ibnu Hibban no. 1790 dari jalan ‘Ashim bin Abi Najud dari Zurrin dari Abdullah bin ‘Amr secara marfu’.
Imam At-Tirmidzi menyatakan, “Hadits hasan shahih.”
Adz-Dzahabi berkata, “Shahih.”
Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata, hadits ini hasan.
Allah menjadikan Al-Qur’an mudah untuk dipelajari dan dihafalkan, berbeda dengan kitab-kitab lainnya. Sebagaimana Allah jelaskan dalam salah satu firman-Nya:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an sebagai zikir (pengingat, pelajaran), maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”
(QS. Al-Qamar: 17)
Allah Ta’ala juga berjanji untuk menjaga Al-Qur’an ini melalui hamba-hamba-Nya yang dipilih untuk menjadi keluarga Allah Ta’ala, yaitu para penghafal Al-Qur’an. Maka terdapat jutaan penghafal Al-Qur’an di dunia yang terus beregenerasi, berlomba-lomba meraih keutamaan Al-Qur’an, baik anak-anak, remaja, bahkan generasi yang telah lanjut usia. Al-Qur’an tidak pernah membosankan untuk dibaca dan dipelajari.
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami pula yang memeliharanya.”
(QS. Al-Hijr: 9)
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ
قَالُوا: مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
قَالَ: أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia.”
Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Para ahli Al-Qur’an. Mereka adalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya.”
(HR. Ahmad)
Bahkan orang tua dan anak yang hidup bersama Al-Qur’an akan mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat. Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Mu’adz Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ،
أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا
“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, maka akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya mahkota pada hari kiamat. Mahkota tersebut lebih terang dan lebih baik daripada cahaya matahari di rumah-rumah dunia seandainya cahaya tersebut ada padanya. Maka bagaimana lagi keadaan orang yang mengamalkan Al-Qur’an itu?”
(HR. Abu Daud no. 1241, sanad hadits dinilai lemah oleh sebagian ulama)
Wallahu a’lam bish-shawab.
Demikian Sahabat Muslim sekalian, di antara sebagian keutamaan mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya. Semoga setiap kita diberi kebaikan oleh Allah Ta’ala agar menjadi bagian dari hamba-hamba-Nya yang diberi kesempatan, semangat, kemampuan dan kekuatan untuk menjadi Ahlul Qur’an yang bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin. Aamiiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Penyusun:
Wawan Hermawan, S.Pd.I